Kepada: Ilham.
Sudah berapa kali aku bercerita tentang malam yang mengilhamiku kepadamu, Ilham?
Di tempatku saat ini birunya langit mulai sayup, burung-burung sedang berbaris pulang, beriringan. sebentar lagi siluet pekat bernama gelap akan berkuasa dalam sekejap. Sebagian orang menyebutnya malam, sedang aku memanggilnya teman. Ah, aku selalu suka malam. Malam yang selalu aku nanti, meski sepi namun bisa sendiri saja aku lewati. Malam yang hitam pekat. Sebagian orang membencinya dengan sangat, sebagian lainnya menanti dengan senyuman hangat.
Malam itu sahabat karibku, Ilham.
Kepadanya aku jujur bercerita, selalu setia dia menemaniku yang sedang menangis diatas sajadah. Tak jarang aku memberikannya sumpah serapah, namun malam tidak pernah marah. Dia memilih hanya diam tidak bersuara, membiarkan angin dan dingin yang membalaskan dendamnya.
Malam itu indah, Ilham.
Karenanya dua kekasih akhirnya bisa saling berpelukan di atas kasur sebelum tidur, karenanya seorang ayah bisa mencium kening anaknya yang sedang bermimpi indah, karenanya para penjajah selangkangan bisa memberikan orangtuanya sedikit uang untuk makan. Entah sudah berapa sarjana yang dihasilkan oleh kesederhanaan malam, entah sudah berapa keperawanan yang habis direnggut oleh malam yang jahanam. Entah berapa cerita yang dimulai karena malam, dan entah bagaimana malam mempertemukanku denganmu.
Malam itu menarik, bukan? Karenanya pun aku selalu berhasil menemukanmu yang entah dimana. Aku hanya perlu berbaring, tarik selimut, dan menutup mata. Skenario mimpi yang disusun oleh malam begitu indah, bahkan isi ceritanya pun bisa sesukaku saja. Terkadang aku memilih untuk lebih dulu menyapamu yang sedang dengan gagahnya menungguku di bandara dengan senyum di wajah, sering kamu duluan yang memeluk aku yang sedang kebingungan mencarimu di tengah pikuknya stasiun kereta. Kita berdua lalu tertawa, bergandengan tangan setelah sebelumnya kau mengecup bibirku dengan mesra.
Beberapa kali malam juga membuat kita bertengkar dan aku menangis karena kamu berteriak kepadaku dengan hebat, lalu aku terbangun dengan terengah-engah dan emosi karena marah. Kemudian aku akan sangat merindukan pelukanmu sehingga akhirnya membangunkanmu dengan teleponku, lalu kita akan berbaikan kembali dan berencana untuk membalas habis sang malam dengan percakapan sampai pagi lewat sambungan udara.
Ah, aku merindukanmu saat ini, Ilham. Sepertinya aku akan bersekongkol kembali dengan malam, membiarkannya menyerupai dekapan hangatmu lagi yang akan menemaniku terlelap malam ini. Berterima kasihlah kepadanya, karenanya kita bisa saling sedikit melepas rindu meski hanya melalui mimpi.
Malam itu baik, Ilham.
Selamat beristirahat. Semoga mimpimu tentangku menyenangkan malam ini. :)
Sweet dreams till sunbeams find you
Sweet dreams that leave all worries behind you
But in your dreams, whatever they be
Dream a little dream of me...
-Ella Fitzgerald, Dream A Little Dream of Me-
people will always talk, so i give them something to talk about.
Wednesday, 26 September 2012
Tuesday, 27 December 2011
kepastian.
sekarang begini saja.
aku tidak butuh kata-kata pemanis telinga yang sempat bikin pipiku jadi merah atau gombalan buaya yang entah sudah memakan hatinya sekian puluh wanita, tidak juga peluk cium dan sapaan rindu yang malah makin bikin aku menderita.
aku tidak butuh kata-kata pemanis telinga yang sempat bikin pipiku jadi merah atau gombalan buaya yang entah sudah memakan hatinya sekian puluh wanita, tidak juga peluk cium dan sapaan rindu yang malah makin bikin aku menderita.
aku tidak tau sampai kapan bisa tahan, aku masih belajar untuk bertahan.
jadi sekarang begini saja,
aku tau ini akan sedikit memaksa dan mungkin membuatmu risih selamanya.
tapi kalau kau memang belum mau memantapkan hati dan tidak mampu memilih satu saja untuk temanmu berbagi, aku bisa mengalah dengan ramah dan undur diri pelan-pelan sekali. bahkan aku yakin kau tidak akan menyadari sampai nanti sudah jauh sekali aku pergi.
aku tau ini akan sedikit memaksa dan mungkin membuatmu risih selamanya.
tapi kalau kau memang belum mau memantapkan hati dan tidak mampu memilih satu saja untuk temanmu berbagi, aku bisa mengalah dengan ramah dan undur diri pelan-pelan sekali. bahkan aku yakin kau tidak akan menyadari sampai nanti sudah jauh sekali aku pergi.
jadi,
kalau sekarang kau masih tidak bisa begini saja, maka sebaiknya sekarang kita mulai masing-masing saja.
kalau sekarang kau masih tidak bisa begini saja, maka sebaiknya sekarang kita mulai masing-masing saja.
mulai sekarang kita yang pasti adanya saja.
Thursday, 22 December 2011
Duh, Gusti.
duh, Gusti.
ini gua boleh curhat enggak sih?
baru saja beberapa hari yang lalu gua ngerasa menjadi wanita paling bahagia di seluruh dunia dengan segala rasa entah benar entah bohong semata yang ditawarkan oleh seorang pria, dan sekarang tiba-tiba saja gua harus dihadapkan (lagi) pada suatu masa dimana kenyataan yang gua hadapi ini tidaklah seindah tayangan mesra ala layar kaca. atau dongeng-dongeng yang penuh peri baik hati juga kereta kencana. atau kisah-kisah cinta di buku cerita. bah!
gua tertidur selama kurang lebih tiga jam pagi ini sebelum akhirnya terbangun dengan dada sesak dan mata membengkak. entah kenapa. tiba-tiba saja gua merasa insecure begini. tidak ada tawa hari ini. bagian dari diri gua yang dulu, bagian dari diri gua yang sebelumnya pernah sangat ingin sekali gua benci dengan segala rasa ketakutan dan kemelankolisan dramatisnya itu muncul lagi. gua benci bagian diri gua yang ini. sudah berbulan-bulan gua coba tinggalkan, sudah berkali-kali pula gua coba buang dalam-dalam dan sepenuhnya gua ganti dengan segala topeng kepura-puraan tentang keceriaan dan kebahagiaan semu yang menurut gua sudah berhasil gua lakukan dengan baik dan sepertinya benar.
namun entah kenapa, tanggal dua dua ini selalu berhasil mengalahkan cerita pertahanan yang terlanjur gua karang. setiap tanggal ini, ada saja beberapa kenangan yang ingin gua lupakan malah seakan menjadi mimpi buruk yang akan selalu datang menyapa dalam kesunyian di tidur malam. kenangan itu belum juga hilang, bahkan cenderung tidak bisa. entahlah.
demi menyebut namaMu di setiap doaku pagi hari, gua teramat lelah sekali dengan semua ini.
duh Gusti, kapan Kau mau berbaik hati membuatku lupa sih?
Monday, 5 December 2011
"semakin kau buka auratmu, maka semakin habislah misterimu."
suatu malam di sebuah outlet gramedia, gua sedang memilih-milih buku cerita yang cocok untuk teman di saat suntuk saat mata gua secara tidak sengaja membaca ini:
enggak tau ada mantra apa di tulisan itu, tapi mata gua terpana dengan lama. karena tidak punya banyak waktu dan gua memang tidak berniat membaca di tempat, jadi gua putuskan untuk membeli buku tersebut tanpa pertimbangan yang banyak.
ada sesuatu di buku itu. entahlah. tapi saat membaca halaman demi halaman, gua merasa seperti sedang telanjang. malu marah sebel dan jijik campur jadi satu. betapa bisa dengan cepatnya gua langsung merasa sebagai objek yang sedang dibicarakan oleh sang penulis yang memiliki gaya bahasa super susah dimengerti itu.
mungkin sisi kewanitaan gua malam ini sedang tinggi sekali. begitu dramatisnya gua ikut masuk ke dalam cerita, bagaikan gua yang sedang diolok-olok oleh para pria. teringat lagi, betapa seringnya gua mengenakan pakaian terbuka, entah yang terbuka di bawah atau bahkan sampai keliatan beha. sering sekali gua bahkan dengan sadar memamerkan martabat dan tanpa risih menyetorkan aurat di sembarang tempat. damn. tanpa sadar kita, para wanita, okay, berapa kali kita sadar bahwa sedang dilecehkan dan dianggap murah oleh manusia yang bahkan tidak tau siapa nama kita karena kita dengan entengnya pergi ke jalanan dan sengaja memperlihatkan belahan dada pangkal paha atau mungkin saja sampai yang di dalam celana?
barangkali sisi wanita gua memang sedang tinggi sekali malam ini. mungkin saja, besok pagi gua lupa dengan apa yang baru saja gua sadari ini. mungkin saja minggu depannya lagi gua sudah kembali memakai pakaian-pakaian yang membabat habis misteri diri. jadi mumpung sekarang lagi bener, gua harus menulis beberapa cuplikan yang gua anggep berguna untuk mengingatkan kita, para wanita:
...saat kulihat seseorang dengan rok mini di jalanan, walaaah... sontak seluruh betis dan pahanya yang tersaput angin knalpot menjadi tontonan gratis yang bisa dipelototin sesuka-suka hatiku. semauku banget! mau sambil lidah melet-melet, mata mendelik sampai bola mataku mau lompat dari kursinya, bahkan sambil ditimpali imajinasi liar betapa enaknya ya kalau paha bening itu kujilat-jilatin pake jempol kakiku dan celotehan sampah dari beberapa teman priaku.
beda lagi bila yang kulihat adalah sosok ketek yang dibuka begitu saja plus dada rendahnya sehingga membuhulkan belahan dada yang terasa melambai-lambaikan theng crenthelnya seolah minta dikasihani itu. belum lagi bila ternyata area pusarlah yang dibuka-buka oleh empunya, tentu nyambung ke pinggang, bahkan sedikit nonjolin celana dalamnya. sontak mulut dan tanganku bergerak-gerak sedemikian aneh bin ajaibnya, dengan fikiran melayang-layang bahwa pastilah ada pusar dibawah pusar!...
setelah malam ini, buku yang diketik dengan apik oleh edi mulyono ini bisa saja terlupakan lalu hilang. setelah malam ini, tulisan yang diselesaikan dengan sadar ini bisa saja cuma jadi catatan kecil yang tidak akan dibaca banyak orang. tapi ketahuilah, saat ini difikiran gua cuma satu: mungkin ini saatnya gua disentil agar segera mengenakan hijab. haha!
ps: THX FOR AURATMU! adalah buku yang ditulis oleh edi mulyono, seorang penulis yang diasuh oleh penerbit diva press. buku ini (mungkin) bisa diperoleh di semua toko buku di indonesia.
Saturday, 26 November 2011
senang menantikanmu.
kamu tau mengapa aku begitu senang menantikanmu?
bahkan bayangmu saja sudah cukup membuatku tersipu.
pipiku jadi jago bersemu setiap kita bertemu
kita bertatap mata, aku bisa langsung kaku
membiru.
dan sampai pada suatu waktu derapmu mendekat.
mendekapku lekat kemudian tersenyum hangat
“hallo, dihatimu masih adakah tempat? kuharap aku tidak terlambat.”
lalu kamu akan tau mengapa aku begitu senang menantikanmu.
Sunday, 2 October 2011
berikan waktu kepada waktu.
waktu membutuhkan waktu. pun ketika kamu ingin menyembuhkan sesuatu, cukup berikan waktu kepada waktu. izinkan saya berkisah sedikit tentang sebuah cerita yang saya anggap mungkin pilu, namun semoga masih bisa dijadikan satu pegangan untukmu.
---
saya sedang berada di kampung halaman pada suatu malam di acara perkawinan seorang sepupu ketika saya tidak bisa menghubungi si pacar selama seharian penuh. harusnya saya sudah menyadari bahwa semesta sedang memberikan isyaratnya saat itu, ketika semalaman si pacar memaksa untuk terus berbicara, meskipun sudah berkali-kali saya katakan kepadanya bahwa beberapa pramugari cantik yang terus-menerus memperingati untuk segera mematikan ponsel karena pesawat yang akan membawa saya pulang ke manado harus segera lepas landas. harusnya saya sudah menyadari bahwa semesta sedang memberikan isyaratnya saat itu, ketika si pacar tidak juga berhenti berceloteh dan memaksa untuk terus berbicara ketika akhirnya saya landing dan dia berhasil menghubungi saya lagi. dia terus berusaha berbicara sampai akhirnya saya kelelahan dan tertidur ketika dia sedang sibuk bercerita sesuatu yang bukan cerita. sesuatu hal yang sangat jarang dia lakukan. harusnya saya sudah menyadari bahwa semesta sedang memberikan isyaratnya, bahwa saat itu dia sedang memberikan isyaratnya kepada saya.
saya gelisah, saya mulai merasa marah. tidak ada satupun teleponnya yang aktif, entah sudah berapa ratus ping dan ribuan karakter tulisan telah saya kirimkan tanpa pernah ada laporan pengiriman -pun sampai sekarang. entah bagaimana mulanya, akhirnya keesokan hari saya putuskan untuk menelepon toko keluarganya, sesuatu hal yang jarang sekali saya lakukan jika bukan karena terpaksa. belum juga mendengar nada panggil, tau-tau mata saya sudah duluan basah. suara saya bergetar ketika akhirnya saya berhasil berbicara dengan salah seorang pegawai bernama teguh yang dengan tenang berkata bahwa saat itu pacar saya sedang berada di pesawat dalam perjalanan pulang ke negara asalnya bersama seluruh keluarga dan tidak tau kapan kembalinya. saya masih belum begitu mengerti maksud mas teguh, sampai akhirnya tenggorokan saya tercekat tidak bisa bersuara. otak saya mulai berputar, dada tetiba saja sesak rasanya. saat itu, seakan saya sudah menyadari bahwa semesta sedang memberikan isyaratnya kepada saya.
tanpa perlu basa-basi, saya sadar bahwa ada sesuatu yang salah. dia pergi tanpa meninggalkan pesan apapun kepada saya. sama sekali. saya semakin sadar bahwa ini pasti ada sebabnya dengan hubungan yang kami sudah bina dengan macam-macam rasa selama berbulan-bulan lamanya dan tidak diketahui keluarga. karena tau ada yang tidak beres, dengan susah payah saya memutuskan untuk mencari tiket kembali ke jakarta. berdalih ada ujian di hari berikutnya, saya akhirnya mendapatkan restu dari keluarga besar di manado dan tiba di jakarta waktu subuh di hari selasa.
terkadang kita memang membutuhkan sebuah pegangan untuk bertahan melewati tanjakan dan turunan, kelokan dan putaran, goyangan dan guncangan sebuah kehidupan. saya benar-benar merasa hancur ketika alih-alih bertemu muka, saya malah mendapati sebuah pesan yang sungguh menyakitkan di kotak masuk pada akun di sebuah situs jejaring sosial. sebuah pesan berisi permintaan maaf atas ketidakberaniannya bertukar airmata dan berpamitan secara langsung dengan saya. pacar saya, orang kesayangan saya selama hampir dua tahun belakangan, orang yang selalu saya impikan untuk bersama membangun sebuah keluarga di masa depan, orang yang jauh terpisah ribuan kilometer jaraknya saat itu dengan halus dan perlahan meminta restu saya untuknya yang akan segera melangsungkan pernikahan. bukan dengan saya melainkan sepupunya sendiri yang bahkan belum pernah mereka bertemu muka sekalipun, demi tuhan. dan kau tau apa? saat itu tidak ada sepatah kata putus kecuali 'aku sedang masih dan akan selalu mencintaimu' terucap darinya!
bisa kamu bayangkan bagaimana perasaan saya saat itu, bukan? meskipun saya tau kamu tidak akan terlalu mengerti. saya benar-benar hancur sendirian saat itu. tidak berlebihan, tetapi dunia terasa benar-benar tidak ada lagi kelanjutannya di hadapan saya saat itu. seandainya kamu tau lebih banyak tentang kisah-menjalin-cerita-cinta-kami yang itu, saya tau pasti bahwa kamu juga akan ikut sesegukan karena merasa sangat kasihan terhadap akhir dari cerita tersebut. saya menangis terus, saya lemas. sepanjang sisa hari selasa itu saya habiskan dibawah bantal di dalam kamar, mengutuki kejadian yang saya harapkan hanyalah mimpi di siang bolong sampai saya akhirnya tertidur dengan mata yang bengkak sekali.
kapan terakhirnya kamu merasa marah kepada Tuhan? seharusnya kita tidak boleh marah pada Tuhan, bukan? saat itu, saya benar-benar merasa marah kepadaNya. saya tidak selalu mengerti mengenai cara Tuhan bekerja, dan saya tau bahwa Dia selalu bekerja dengan cara-caraNya yang misterius yang bahkan orang jenius sekalipun tidak akan mengerti bagaimana caranya Dia bekerja, tetapi saat itu saya marah kepada caraNya bekerja. saya protes, saya merasa tidak diperlakukan dengan adil, saya marah sekali.
saya membanting barang-barang. saya menyalahkan semua orang, saya menyumpahi. saya juga mulai menyalahkan Tuhan dan mengutukiNya habis-habisan. semakin tidak ada orang lain yang bisa lagi saya salahkan, semakin saya menimpakannya kepada Tuhan. saya merasa bahwa Tuhan adalah pihak nomer satu yang paling membuat kesal. saat itu saya yakin bahwa Tuhan sedang tertawa senang karena berhasil mempermainkan hidup saya yang sial.
---
saya berhasil memaksa Ara, seorang sahabat yang sedang datang dan berusaha menghibur saya di hari berikutnya untuk mengantarkan saya mencari tiket dengan tujuan pulau dewata. entah apa yang ada di otak saya, tapi saya hanya ingin lari. ini adalah kebiasaan jelek yang selalu coba saya hilangkan namun tidak bisa, saya selalu lari menghindari masalah yang harusnya saya hadapi dengan menegakkan kepala. dengan mata yang masih bengkak sekali dan duit pas-pasan cenderung habis di dompet, saya akhirnya berhasil mendapatkan satu tiket pergi tanpa tiket untuk pulang kembali. duit di dompet sudah benar-benar habis bahkan untuk membeli tiket satunya lagi, saya menolak ketika Ara menawarkan diri meminjam sepuluh lembar rupiah berwarna merah untuk menebus tiket pulang yang tidak saya hiraukan. saya benar-benar hanya ingin pergi jauh, bahkan sesungguhnya saya tidak ada rencana untuk kembali lagi. kalau diingat-ingat, sesungguhnya, betapa konyol sebuah hal yang tadinya bukan apa-apa namun tiba-tiba menjadi inti dari kehidupan kita. hal-hal yang sebenarnya sangat kecil terasa begitu berat ketika terjadi masalah dan membuat hidupmu jadi sesat.
tidak ada persiapan, setengah hati dan dengan pakaian melekat di badan saya lalu berangkat menuju Bali. sendirian. tidak ada teman perjalanan, tempat tujuan, bahkan kepada ayah ibu saya juga belum sempat berpamitan. saat itu, saya benar-benar masih merajuk kepada Tuhan dan satu-satunya yang saya inginkan adalah hilang ingatan.
---
saya yakin, kita semua pernah berada di suatu fase kehidupan yang kita fikir sangatlah berat sampai-sampai kita sendiri tidak yakin akan bisa melaluinya. ini wajar, saya berani menjamin bahwa fase ini adalah wajar. menangis, marah, menyesal, tertawa, tentunya reaksi setiap orang atas fase ini berbeda-beda satu dengan lainnya. jika memang harus menangis, menangislah bersama seseorang. ini jauh lebih menyembuhkan daripada kamu menangis sendirian.
saat itu, saya melewati hari-hari yang tadinya saya fikir akan sangat menyedihkan namun ternyata terlalu menyenangkan di Bali. hari demi hari, tadinya saya yang hanya ingin mengurung diri menangisi nasib di sebuah kamar hotel, mulai membuka diri. saya keluar. saya berkenalan dan bertemu orang-orang baru, saya berteman, saya mulai tertawa dan sedikit demi sedikit saya bisa berpura-pura melupakan kejadian super sedih yang baru saja saya lewati. berbekal duit yang akhirnya dikirimkan ibu yang tidak tega walaupun tidak tau apa yang terjadi sebenarnya, saya bahkan seperti sengaja membiarkan diri saya tersesat. saya ingat, waktu itu saya sudah bertekad. saya mau ngambek sama Tuhan. saya sengaja, saya sama sekali tidak pernah membasuh muka dan bersujud barang sekali dan menghadap Dia. dengan cara yang saya anggap akan melukaiNya, saya protes. malam-malam di pulau menyenangkan itu saya habiskan dengan mabok-mabok sampai tepar di club-club lokal dan sesekali flirting dengan para turis-turis tampan. saya benar-benar tersesat, saya sengaja lupa sholat. setiap orang yang baru saya kenal selalu bertanya apa yang sedang saya lakukan di pulau itu sendirian, dan saya jawab dengan anggukan kepala dan tertawa. saya tenggelam dalam kesenangan semu yang membuat masalah terlupakan dengan sendirinya sementara waktu.
sampai suatu malam, saya terbangun pukul tiga dini hari dan menangis lagi. saya tau sekali bahwa saya hanya berpura-pura lupa, namun saya tidak benar-benar lupa. saya sedang terbayang wajah pacar yang sangat saya sayang duduk di pelaminan bersama seorang perempuan, dan saya menangis keras sekali. dada saya sampai sakit sekali. saya tidak bisa bernafas. namun tiba-tiba, di tengah kemarahan yang luar biasa serta sedih yang sedang bergelora, saya merasakan sesuatu yang aneh menyelimuti hati saya.
damai.
tenang.
tiba-tiba saya merasakan suatu kehangatan di dalam dada, seakan-akan Tuhan sedang tersenyum dan berkata, "Aku tidak pernah menguji kamu lebih dari yang bisa kamu pikul. jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik, marahlah. Aku bisa terima kok."
saya terdiam. saya merasakan sebuah sengatan di hati. rasanya seperti sebuah panah baru menembus hati, panah yang ditembakkan langsung dari busur Tuhan ke inti kalbu.
entah bagaimana caranya, tau-tau saya sadar, cara saya memprotes cara kerjaNya tidak akan memberikan pengaruh apapun untukNya, apalagi rasa terhina. Tuhan tidak memerlukan persembahan apapun dari saya, melainkan saya sendiri yang butuh itu. Tuhan tidak peduli bagaimana saya menyalahkanNya atas setiap kejadian buruk yang menimpa saya dan membuat saya sangat tersesat juga meninggalkan jejak yang sangat berantakan. saya yakin Tuhan juga tidak peduli jika saya akhirnya bertobat dan meminta maaf. Tuhan tidak butuh permintaan maaf, karena Tuhan mencintai saya. Tuhan mencintai saya bukan karena siapa saya, apa yang sudah saya perbuat untuk menyenangkanNya, melainkan karena begitulah Tuhan Adanya. saya menyalahkan Dia dan merusak hidup saya sendiri karena sebuah permasalahan yang bahkan mungkin tidak ada apa-apanya. seketika saya merasa malu sekali kepadaNya.
---
betapa bagus atau buruknya hidup kamu, itu akan berubah. percayalah, saat ini saya saat sedang membaca ulang seluruh tulisan ini dan tertawa pada diri sendiri atas kejadian beberapa bulan lalu itu. jika saat ini kamu sedang berada dalam suatu masalah yang kamu anggap sangat berat luar-biasa, jangan khawatir. hidup ini adalah masalahnya masalah. anggap saja kamu sedang mengikuti arum jeram di sebuah sungai kehidupan. jika kamu terlontar dari rakit yang membawamu menuju pintu keluar, jangan mencoba berdiri. jangan mencoba berpegangan pada batu. jangan mencoba melawan sungai; kamu tidak akan menang. jika kamu terjatuh, rileks. biarkan sungai menghanyutkan kamu. mungkin beberapa kali kamu akan tersandung di bebatuan yang besar, atau air yang terjal, namun pada akhirnya sungai akan membawamu menuju air yang tenang. terkadang, membuat dirimu tenggelam di dalamnya bukan larangan. kamu tidak akan pernah tau apa yang akan kamu temukan di bawah bebatuan besar tersebut, bukan? :)
berlalunya waktu nyaris menyembuhkan segala sesuatu, cukup berikan waktu kepada waktu. saat ini, saya memang belum sepenuhnya sembuh dari kesakit-hatian saya terhadap cerita masa lalu. saya masih sedikit merasa trauma, meski beberapa kali saya mencoba membuka diri kepada orang lain lagi. saya sempat bertemu seorang pria lokal keturunan tionghoa yang saya temui waktu di bali bernama viktor yang ganteng sekali. belom sempat saling mengenal, saya sudah mundur duluan. empat bulan lalu saya juga sempat mencoba menjalin hubungan dengan pria berkewarganegaraan spanyol, yang akhirnya harus saya hentikan sebelum saya mulai karena saya sadar bukan cerita penuh kepura-puraan terhadap perasaan sendiri seperti ini yang saya mau.
namun tentu saja, kejadian ditinggal-kawin-sama-pacar-sendiri ini tentunya ada hikmahnya buat saya -tentu saja, nanti akan saya ceritakan lagi di lain waktu. yang ingin saya coba katakan melalui cerita ini adalah, maafkanlah setiap orang, dan segala sesuatu. kita perlu berdamai dengan masa lalu agar tidak mengacaukan masa kini dan menjalani kehidupan dengan tenang. setiap peristiwa yang kita lalu itu berharga; terlepas dari baik-buruknya kejadian tersebut. apapun kejadiannya, kita harus selalu bersyukur. jangan membandingkan masalah kamu dengan masalah orang lain, kamu tidak tau bagaimana perjalanan hidup mereka. well.. saya tidak yakin kamu mau bertukar posisi dengan saya saat itu, seberat apapun masalah yang sedang kamu hadapi. iyakaaaan? hehehe. satu hal yang harus selalu kita ingat adalah, apapun yang membuat kamu tidak mati hanya akan membuat kamu tumbuh dengan lebih kuat. well.. hidup ini memang tidak adil, tapi itu baik adanya. :)
salam!
nb: semua tokoh di cerita ini sudah mendapatkan persetujuan dari para fihak aslinya.
Saturday, 1 October 2011
aku cuma sedang teringat kamu, pria.
aku cuma sedang teringat kamu, pria
itu saja.
bukan mauku jika rasa ini tiba
aku juga tidak tau kalau rasa ini benar adanya
semua terjadi begitu saja
kau datang dengan dunia mu yang penuh gairah
sangat berbeda
membuat sejenak aku terpana
lupa sementara dengan ini luka
waktu itu cuma ada kita
itu saja.
bukan mauku jika rasa ini tiba
aku juga tidak tau kalau rasa ini benar adanya
semua terjadi begitu saja
kau datang dengan dunia mu yang penuh gairah
sangat berbeda
membuat sejenak aku terpana
lupa sementara dengan ini luka
waktu itu cuma ada kita
entah serius entah bercanda
tapi aku anggap kau merayuku dengan luarbiasa
tapi aku anggap kau merayuku dengan luarbiasa
aku pernah bilang kau gombal
lalu kamu tersinggung marah
katamu, “aku paling tidak suka dibilang gombal, sungguh mati!”
lalu aku tertawa senang karena girang
dan mulai berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
lalu kamu tersinggung marah
katamu, “aku paling tidak suka dibilang gombal, sungguh mati!”
lalu aku tertawa senang karena girang
dan mulai berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
aku pernah merasa ketakutan karena setan
lalu kau malah tertawa senang karena girang
kataku, “kamu jahat sekali, sungguh mati!”
tapi percayalah pria, sesungguhnya aku hanya bercanda
aku masih tetap berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
lalu kau malah tertawa senang karena girang
kataku, “kamu jahat sekali, sungguh mati!”
tapi percayalah pria, sesungguhnya aku hanya bercanda
aku masih tetap berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
kau ingat, pria?
aku pernah membuatmu bernyanyi kecil
waktu itu aku tidak bisa terlelap seperti biasa
dan memaksamu mendendangkan lagu pengantar tidur untukku
kau bilang aku keras kepala
katamu, “aku tidak mau bernyanyi, sungguh mati!”
lalu kamu mulai bernyanyi seadanya dan bikin aku tertawa senang karena girang
dan aku terus berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
aku pernah membuatmu bernyanyi kecil
waktu itu aku tidak bisa terlelap seperti biasa
dan memaksamu mendendangkan lagu pengantar tidur untukku
kau bilang aku keras kepala
katamu, “aku tidak mau bernyanyi, sungguh mati!”
lalu kamu mulai bernyanyi seadanya dan bikin aku tertawa senang karena girang
dan aku terus berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
aku juga pernah melarang kamu menghubungiku
karena waktu itu ada papa
juga si mama
aku ingat bagaimana kecewamu saat itu
kamu selalu bertanya kapan bisa menelfonku lagi
katamu, “aku rindu sekali, sungguh mati!”
dan aku tetap tertawa senang karena girang
dan selalu berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
karena waktu itu ada papa
juga si mama
aku ingat bagaimana kecewamu saat itu
kamu selalu bertanya kapan bisa menelfonku lagi
katamu, “aku rindu sekali, sungguh mati!”
dan aku tetap tertawa senang karena girang
dan selalu berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
tapi entah sejak mengapa, pria
kau tiba-tiba menghilang begitu saja
tidak ada lagi dongeng sebelum tidur, nyanyian pengantar tidur atau apalah
semua itu bikin aku rindu
katamu, “kamu harus tidur cepat, sungguh mati!”
lalu dengan alasan itu kamu menjauh
dan aku berpura-pura tidak tau
menolak kenyataan bahwa kau ingin menjauh
aku tidak lagi tertawa senang karena girang
aku hanya berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
kau tiba-tiba menghilang begitu saja
tidak ada lagi dongeng sebelum tidur, nyanyian pengantar tidur atau apalah
semua itu bikin aku rindu
katamu, “kamu harus tidur cepat, sungguh mati!”
lalu dengan alasan itu kamu menjauh
dan aku berpura-pura tidak tau
menolak kenyataan bahwa kau ingin menjauh
aku tidak lagi tertawa senang karena girang
aku hanya berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
kau tau, pria?
bahkan sampai sekarang pun aku tetap berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
bahkan sampai sekarang pun aku tetap berfikir bahwa kamu lucu, lucu sekali
aku cuma sedang teringat kamu, pria
itu saja.
itu saja.
Monday, 26 September 2011
hidup ini sesungguhnya cuma begini-begini saja.
hidup ini sesungguhnya cuma, ya, begini-begini saja ini.
orang sibuk bukan main dengan macam-macam tetek-bengek, padahal kalau sudah mati, tumpas semua itu. tak ada masalah lagi. omong-kosong orang bicara tentang masa depan. menipu diri sendiri.
hidup itu, ya, yang sekarang ini.
orang sibuk bukan main dengan macam-macam tetek-bengek, padahal kalau sudah mati, tumpas semua itu. tak ada masalah lagi. omong-kosong orang bicara tentang masa depan. menipu diri sendiri.
hidup itu, ya, yang sekarang ini.
memang waktu kita belum mengenal sesuatu, sesuatu itu akan tampak indah. tapi begitu kita mengetahuinya, ya, cuma segitu-gitunya, tak ada yang lain. perkawinan, misalnya. sebelumnya tampak sebagai sesuatu yang indah mempesona. tapi begitu kita di dalamnya, kita diperangkap dalam macam-macam peraturan, sampai kita kehilangan kemerdekaan kita.
hidup itu, ya, memang cuma begini-begini saja.
kita mesti turut dengan peraturan itu demi hidup. sebab kalau kita tidak turut, hidup kita nanti jadi sukar, dijauhi orang, dan tidak akan diajak kerjasama. padahal tanpa kita sadari, sebenarnya saat itu kita sedang menggadaikan kemerdekaan kita.
-Arti Hidup, 2 Februari 1988, Pramoedya Ananta Toer.
yeah.. you'll have to cry me out!
I got your emails, you just don't get females now, do you?
what's in my heart is not in your head, anyway..
mate, you're too late and you weren't worth the wait, now were you?
it's out of my hands since you blew your last chance when you played me.
you'll have to cry me out.. you'll have to cry me out.
the tears that will fall mean nothing at all, it's time to get over yourself!
baby, you ain't all that.. baby, there's no way back.
you can keep talkin' but baby, I'm walkin' away..
when I found out you messed me about, I was broken.
back then I believed you, now I don't need ya no more.
the pic on your phone proves you weren't alone, she was with you, yeah!
now I couldn't care about who, what or where we're through.
you'll have to cry me out.. you'll have to cry me out.
the tears that will fall mean nothing at all, it's time to get over yourself!
baby, you ain't all that.. baby, there's no way back.
you can keep talkin' but baby, I'm walkin' away..
gonna have to cry me out boy, there ain't no doubt!
gonna have to cry me out!
won't hurt a little bit boy, better get used to it!
you can keep talkin' but baby, I'm walkin' away..
yeah.. you'll have to cry me out!
Monday, 19 September 2011
hectic saturday!
helloooooooo there, peoples!
gua baru bangun nik, setelah tidur dua belas jam tanpa interupsi, lupa sholat dan tidak makan hampir seharian ini. hari minggu yang menyenangkan, apalagi setelah melewati hari sabtu yang hectic sekali.
jadi jadi, sabtu kemaren itu adalah hari sabtu tersibuk dalam sebulan ini. jadwal gua padeeeeetnya naujubillah coy! dari pagi sampe pagi lagi doooooong. hhhmm.. mau gua ceritain enggak men? mau aja yaaaah? mau yaaaaaah?!
nah jadi ceritanya gini.. gua cuma sempet tertidur dua jam setelah sholat shubuh, sebelum akhirnya gua sadar kalo gua ada kuliah pagi dan akhirnya berangkat dengan tidak mandi. men! kuliah apa gua di hari sabtu pagi gitu, sodara-sodara? kelas legal opinion yang asdosnya ibu suci. HAHA! gua bangun sekitar pukul tujuh, itu juga setelah si nyokap berkali-kali bolak-balik ngetuk pintu kamar, ngomelin gua nyuruh bangun. tadinya gua udah siap nentengin handuk gitu kan yaaaaaaah, etapi setelah liat jam gitu dong, gua fikir bahwa sikat gigi dan cuci muka aja itu bukan dosa dan pilihan terbaik jika elo terjebak dalam keadaan darurat. gedebak gedebuk, setelah beberapa menit nyiapin ini itu akhirnya gua lari-lari keluar dari rumah tanpa sempet cium tangan bapak ibu dan enggak minum susu. enggak tau apa masih ngantuk ato emang guanya lagi skip, gua pake salah naek angkot pulak yeeeekan! gua bener-bener enggak sadar kalo angkot yang gua naekin itu jurusannya berbeda 180 derajat dengan tujuan gua, baru ngeh setelah sekitar setengah perjalanan dan gua merasa asing.
"bu, ini angkotnya jurusan kemana ya?" tanya gua dengan sedikit berbisik kepada ibu-ibu jilbaban disebelah gua. enggak lupa pasang senyum manis dan muka ngarep dikasih jawaban memuaskan.
"emangnya kakak mau tau banget yah?" jawab ibu-ibu itu dengan sedikit ogah lalu buang muka.
JDERRR!
kebayang enggak sik lo kalo dia jawabnya begitu?! hahahaha.. oke oke, skip. itu gua boong. jadi si ibu bilang angkotnya jurusan kotabumi-bukan-kalideres gitu, dan gua kaget. gua seperti tertampar akan kenyataan kalo gua itu salah. guys, rasanya salah naek angkot itu kaya udah tiga taon pacaran sama cowok yang beda agama. tidak ada tujuan yang jelas dan semua serba liat nanti aja. hahahaha skip, tuhkan mulai deh kemana-mana..
akhirnya gua turun dong yaaaaaah, diiringi dengan omelan si bapak supir karna gua enggak mau bayar. hahaha seriusan, saking skipnya karna sadar gua salah dan takut makin telat, gua maen turun aja gitu dong terus bilang "terima kasih pak, saya salah naek angkot!" kemudian kabur enggak bayar. hahahahaha!
singkat cerita, gua akhirnya terlambat 45 menitan gitu dan untungnya karna itu pertemuan pertama, jadi yang ngajar masih pak hassan dan beliau dengan senyum lebar masih memperbolehkan gua masuk. blah blah blah, kelas selesai, gua pulang kan yaaaaaah. sempet ada satu drama-angkot lagi gitu sebelum akhirnya gua sampe di rumah. niatnya gua mau tidur lagi, tapi gua inget kalo jam sebelas ada undangan. tadinya udah males banget gua mau pergi, tapi berhubung yang nikah deket banget sama keluarga kita udah kaya sodara sendiri sampe-sampe si bokap diminta jadi saksi, jadi akhirnya gua mandi.
blah blah blah.
anggep aja gua udah cerita seberapa ribetnya persiapan yang dilakukan demi makan siang gratis di nelayan.
baru ajaaaaa sampe rumah lagi, sekitar pukul 2 siang gitu, niatnya mau tidur lagi, tapi handphone gua udah keburu bunyi. ada pesen dari mas adit, ngasitau kalo beliau akan sampai di rumah jam 5an sore nanti. men! jadi ceritanya gua malem itu ada halal bihalal sama temen-temen forum gua dulu gitu. beberapa minggu sebelomnya, mas adit ngajakin yuk-berangkat-bareng-tapi-mampir-dulu-ya-sebentar-ke-tempat-temen-karna-gua-ada-kondangan dulu gitu dan gua bilang, "okaaaaaaaay!".
abis bales-balesan BBM bentar, gua liat jam, mau jam tiga gitu dan gua fikir kalo tidur dulu yaaaa bakal sempet lah. gua tidurlah bentar. bangun-bangun udah setengah lima aja doooong yey! buru-buru mandi siap-siap dan mas adit datengnya jam 5 teng. sedikit ngeles ini itu, akhirnya kita berangkat sekitar setengah enam gitu, sampe kondangan di mega anggrek jam tujuh kurang, makan ini-makan itu, terus berangkat lagi dan sampe sekitar setengah sembilan gitu ke tebet ketemu temen-temen lama yang akhirnya ketemu juga, karna udah hampir sekitar 5 taonan gitu enggak ketemu. hehehehe.
FYI coy, hari itu temen gua si zahra zettira ulang taon juga, dia opentable di ego dan ngundang gua gitu. well... sebenernyaaaaaaaaa gua itu udah capek banget, ngantuk pengen tidur rebahan dan segala macem, tapi akhirnya karna enggak enak dan gua fikir itu event setaon sekali buat zahra -men, gua tau banget gimana rasanya kalo lagi ulang taon- gua lalu mutusin untuk dateng.
jam setengah dua belas, dengan mata hampir merem gua akhirnya menginjakkan kaki di X2, salah satu club paling happening yang terletak di plaza senayan itu. cipika-cipiki, duduk-duduk, foto-foto, dan niatnya cuma mau dateng bentar jadi ilang 'bentar'nya karna ketemu si sita yudi fanny dan resti. hahahahaha.. men! gua udah lama banget enggak bermain-main dengan mereka disana, dan gua jamin ni yaaaaa, lo itu enggak bakal bisa cuma duduk aja kalo udah ketemu mereka, ketemunya di equinox pulak! *ngeles sambil ngikik*
olahraga malem bentar, tentunya tanpa rokok dan minum minuman aneh no more karna gua mau hidup sehat, -well... ini bukan olahraga sik sebenernya, mana bisa lo olahraga dengan dikelilingi asap rokok sik guys?!- gua kemudian pamit dengan alasan bahwa enggak enak sama si bokap udah lama nungguin kita di bawah. haha! ini bukan alesan lhoooooo guys, itu beneran lho si bokap nungguin gua dan sari di parkiran. jadi dia nganterin sari yang nyusulin gua, nungguin kita anak-anaknya yang lagi bergaul dengan teman-teman sambil tiduran gitu di mobil. how sweet my papa is! >.<
jam empat lewat sampe rumah, dan saking capeknya gua rasa-rasanya mau langsung tidur aja enggak usah pake cuci muka dan sikat gigi dan sholat shubuh dan teman-temannya. ritual bentar, buka-buka twitter bentar, ngobrol dulu sama orang rumah bentar, main sama marimar dulu bentar, sholat shubuh dulu bentar, bbman dulu bentar, akhirnya gua tepar. bentar. karna gua terbangun sekitar pukul delapan pagi daaaaaaaaan melewati hari minggu itu dengan kepala yang luarbiasa pusingnya. padahal gua enggak ngapa-ngapain lho enggak aneh-aneh waktu di ulang taonnya zahra. mungkin saking kecapeannya dan butuh tidur banget kali yaaaaaaa?
finally.. gua sebenernya bingung mau nulis apaan lagi tapi karna tiap cerita harus ada endingnya, jadi nik sekitar jam empatan sore, gua akhirnya bisa tiduuuuuuuuuuuuuuur juga dengan tenang dan bangun-bangun tengah malem gini karna perut gua laper. udah nik, udah kelar ceritanya. sekian.
the end.
gua baru bangun nik, setelah tidur dua belas jam tanpa interupsi, lupa sholat dan tidak makan hampir seharian ini. hari minggu yang menyenangkan, apalagi setelah melewati hari sabtu yang hectic sekali.
jadi jadi, sabtu kemaren itu adalah hari sabtu tersibuk dalam sebulan ini. jadwal gua padeeeeetnya naujubillah coy! dari pagi sampe pagi lagi doooooong. hhhmm.. mau gua ceritain enggak men? mau aja yaaaah? mau yaaaaaah?!
nah jadi ceritanya gini.. gua cuma sempet tertidur dua jam setelah sholat shubuh, sebelum akhirnya gua sadar kalo gua ada kuliah pagi dan akhirnya berangkat dengan tidak mandi. men! kuliah apa gua di hari sabtu pagi gitu, sodara-sodara? kelas legal opinion yang asdosnya ibu suci. HAHA! gua bangun sekitar pukul tujuh, itu juga setelah si nyokap berkali-kali bolak-balik ngetuk pintu kamar, ngomelin gua nyuruh bangun. tadinya gua udah siap nentengin handuk gitu kan yaaaaaaah, etapi setelah liat jam gitu dong, gua fikir bahwa sikat gigi dan cuci muka aja itu bukan dosa dan pilihan terbaik jika elo terjebak dalam keadaan darurat. gedebak gedebuk, setelah beberapa menit nyiapin ini itu akhirnya gua lari-lari keluar dari rumah tanpa sempet cium tangan bapak ibu dan enggak minum susu. enggak tau apa masih ngantuk ato emang guanya lagi skip, gua pake salah naek angkot pulak yeeeekan! gua bener-bener enggak sadar kalo angkot yang gua naekin itu jurusannya berbeda 180 derajat dengan tujuan gua, baru ngeh setelah sekitar setengah perjalanan dan gua merasa asing.
"bu, ini angkotnya jurusan kemana ya?" tanya gua dengan sedikit berbisik kepada ibu-ibu jilbaban disebelah gua. enggak lupa pasang senyum manis dan muka ngarep dikasih jawaban memuaskan.
"emangnya kakak mau tau banget yah?" jawab ibu-ibu itu dengan sedikit ogah lalu buang muka.
JDERRR!
kebayang enggak sik lo kalo dia jawabnya begitu?! hahahaha.. oke oke, skip. itu gua boong. jadi si ibu bilang angkotnya jurusan kotabumi-bukan-kalideres gitu, dan gua kaget. gua seperti tertampar akan kenyataan kalo gua itu salah. guys, rasanya salah naek angkot itu kaya udah tiga taon pacaran sama cowok yang beda agama. tidak ada tujuan yang jelas dan semua serba liat nanti aja. hahahaha skip, tuhkan mulai deh kemana-mana..
akhirnya gua turun dong yaaaaaah, diiringi dengan omelan si bapak supir karna gua enggak mau bayar. hahaha seriusan, saking skipnya karna sadar gua salah dan takut makin telat, gua maen turun aja gitu dong terus bilang "terima kasih pak, saya salah naek angkot!" kemudian kabur enggak bayar. hahahahaha!
singkat cerita, gua akhirnya terlambat 45 menitan gitu dan untungnya karna itu pertemuan pertama, jadi yang ngajar masih pak hassan dan beliau dengan senyum lebar masih memperbolehkan gua masuk. blah blah blah, kelas selesai, gua pulang kan yaaaaaah. sempet ada satu drama-angkot lagi gitu sebelum akhirnya gua sampe di rumah. niatnya gua mau tidur lagi, tapi gua inget kalo jam sebelas ada undangan. tadinya udah males banget gua mau pergi, tapi berhubung yang nikah deket banget sama keluarga kita udah kaya sodara sendiri sampe-sampe si bokap diminta jadi saksi, jadi akhirnya gua mandi.
blah blah blah.
anggep aja gua udah cerita seberapa ribetnya persiapan yang dilakukan demi makan siang gratis di nelayan.
baru ajaaaaa sampe rumah lagi, sekitar pukul 2 siang gitu, niatnya mau tidur lagi, tapi handphone gua udah keburu bunyi. ada pesen dari mas adit, ngasitau kalo beliau akan sampai di rumah jam 5an sore nanti. men! jadi ceritanya gua malem itu ada halal bihalal sama temen-temen forum gua dulu gitu. beberapa minggu sebelomnya, mas adit ngajakin yuk-berangkat-bareng-tapi-mampir-dulu-ya-sebentar-ke-tempat-temen-karna-gua-ada-kondangan dulu gitu dan gua bilang, "okaaaaaaaay!".
abis bales-balesan BBM bentar, gua liat jam, mau jam tiga gitu dan gua fikir kalo tidur dulu yaaaa bakal sempet lah. gua tidurlah bentar. bangun-bangun udah setengah lima aja doooong yey! buru-buru mandi siap-siap dan mas adit datengnya jam 5 teng. sedikit ngeles ini itu, akhirnya kita berangkat sekitar setengah enam gitu, sampe kondangan di mega anggrek jam tujuh kurang, makan ini-makan itu, terus berangkat lagi dan sampe sekitar setengah sembilan gitu ke tebet ketemu temen-temen lama yang akhirnya ketemu juga, karna udah hampir sekitar 5 taonan gitu enggak ketemu. hehehehe.
FYI coy, hari itu temen gua si zahra zettira ulang taon juga, dia opentable di ego dan ngundang gua gitu. well... sebenernyaaaaaaaaa gua itu udah capek banget, ngantuk pengen tidur rebahan dan segala macem, tapi akhirnya karna enggak enak dan gua fikir itu event setaon sekali buat zahra -men, gua tau banget gimana rasanya kalo lagi ulang taon- gua lalu mutusin untuk dateng.
jam setengah dua belas, dengan mata hampir merem gua akhirnya menginjakkan kaki di X2, salah satu club paling happening yang terletak di plaza senayan itu. cipika-cipiki, duduk-duduk, foto-foto, dan niatnya cuma mau dateng bentar jadi ilang 'bentar'nya karna ketemu si sita yudi fanny dan resti. hahahahaha.. men! gua udah lama banget enggak bermain-main dengan mereka disana, dan gua jamin ni yaaaaa, lo itu enggak bakal bisa cuma duduk aja kalo udah ketemu mereka, ketemunya di equinox pulak! *ngeles sambil ngikik*
olahraga malem bentar, tentunya tanpa rokok dan minum minuman aneh no more karna gua mau hidup sehat, -well... ini bukan olahraga sik sebenernya, mana bisa lo olahraga dengan dikelilingi asap rokok sik guys?!- gua kemudian pamit dengan alasan bahwa enggak enak sama si bokap udah lama nungguin kita di bawah. haha! ini bukan alesan lhoooooo guys, itu beneran lho si bokap nungguin gua dan sari di parkiran. jadi dia nganterin sari yang nyusulin gua, nungguin kita anak-anaknya yang lagi bergaul dengan teman-teman sambil tiduran gitu di mobil. how sweet my papa is! >.<
jam empat lewat sampe rumah, dan saking capeknya gua rasa-rasanya mau langsung tidur aja enggak usah pake cuci muka dan sikat gigi dan sholat shubuh dan teman-temannya. ritual bentar, buka-buka twitter bentar, ngobrol dulu sama orang rumah bentar, main sama marimar dulu bentar, sholat shubuh dulu bentar, bbman dulu bentar, akhirnya gua tepar. bentar. karna gua terbangun sekitar pukul delapan pagi daaaaaaaaan melewati hari minggu itu dengan kepala yang luarbiasa pusingnya. padahal gua enggak ngapa-ngapain lho enggak aneh-aneh waktu di ulang taonnya zahra. mungkin saking kecapeannya dan butuh tidur banget kali yaaaaaaa?
finally.. gua sebenernya bingung mau nulis apaan lagi tapi karna tiap cerita harus ada endingnya, jadi nik sekitar jam empatan sore, gua akhirnya bisa tiduuuuuuuuuuuuuuur juga dengan tenang dan bangun-bangun tengah malem gini karna perut gua laper. udah nik, udah kelar ceritanya. sekian.
the end.
Subscribe to:
Posts (Atom)

